Asiaaudiovisualra09gunawanwibisono’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Fenomena Game Show Happy Family Me VS Mom

Fenomena Game Show Happy Family Me VS Mom

Tujuan kebanyakan program siaran televisi adalah bagaimana caranya sebanyak mungkin mendapatkan audience. Program televisi di Indonesia pada umumnya diproduksi sendiri semua program siarannya. Dengan semakin banyaknya keberadaan stasiun televisi tersebut, memberikan angin segar bagi masyarakat dalam hal menerima informasi maupun hiburan di televisi yang sesuai dalam fungsinya. Stasiun televisi berusaha memberikan program tayangan yang variatif buat khalayak seperti program tayangan film, kuis, sinetron, reality show, variety show dan lain-lain.
Fenomena baru di dunia pertelevisian sedang diramaikan oleh penayangan program-program acara yang bergenre game show. Saat ini game show sangat identik dengan remaja, menonton game show merupakan sarana hiburan bagi remaja selepas aktifitas belajar mereka.
Antusias remaja terhadap tayangan game show sangat tinggi hal ini di buktikan oleh eksistensi dari berbagai tayangan game show seperti : Maju Terus Pantang Mundur, Missing Lirik, Penting Banget, Selebrity challenge, Siapa Takut, Hole In The Wall, Bintang Bola Lifebouy dan tayangan game show yang lainnya .
Akhir-akhir ini tayangan-tayangan game show banyak sekali menyedot perhatian remaja akan tetapi tayangan reality show untuk remaja teramat buruk, tayangan untuk konsumsi remaja berupa game show tidak lepas dari: kekerasan, kata-kata kotor atau kata-kata makian dan eksploitasi terhadap binatang seperti, di ikat, digantung, dibanting, dilempar dan lain-lain tanpa memperdulikan nasib-nasib binatang tersebut. Beragam acara game show remaja jelas menonjolkan kata-kata kasar dan penyiksaan yang sangat tidak lazim untuk didengar oleh remaja .
Program acara game show saat ini sedang marak menghiasi layar kaca, tayangan game show ini banyak digemari oleh remaja yakni program acara reality show happy family me versus mom .
Game Show Happy Family Me Versus Mom program yang berdurasi satu jam ini bersifat murni, di produksi sendiri oleh Trans TV, yang menjelaskan konsep tentang, menghadirkannya pasangan selebritis indonesia antara ibu dengan anak, dimana menghadirkan keakraban diantara pasangan ibu dengan anaknya melalui games-games yang membuat mereka harus saling bersaing untuk menjadi yang terbaik . Tayangan ini perdana pada tanggal 23 maret 2008 dengan pembawa acara Ruben Onsu yang hanya ditayangkan setiap hari Minggu pada pukul 09.30 WIB sampai dengan pukul 10.30 WIB, dan yang menjadi pasangan pertama kalinya adalah pasangan Teti Lies Indriati dengan Olivia Zallianty . Maka setelah tayangan ini mendapatkan tempat pada kalangan orang tua dan remaja diubahlah jam tayang dan tambahnya proposi jadwal siarnya menjadi pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB, pada hari Sabtu dan Minggu .
Dalam setiap penayangannya Happy Family Me Versus Mom mengemas lima segmen, sekmen awal dihadirkan games yang berbentuk perlombaan tentang keseharian, setelah games kemudian dilanjutkan dengan testimonial dan challenge atau tantangan tentang masing-masing karakter, kemudian segmen yang bertajuk team building. Sedangkan di penghujung acara menghadirkan kejutan yang diharapkan bisa memberikan benang merah tentang hubungan antara ibu dan anak, kesemua segmen yang dihadirkan berbentuk keadaan nyata dari kehidupan mereka yang dikemas dalam tampilan games atau team building yang menghibur, lucu dan menggugah emosi dari penonton. Kemasan menarik dan menghibur merupakan daya pikat dari Happy Family Me Versus Mom, sehingga Trans TV pun yakin tontonan keluarga ini dapat menuai sukses khususnya dikalangan ramaja dan ibu-ibu .
Begitu banyaknya program acara remaja yang ditayangkan televisi dalam ini yakni reality show, penulis meneliti salah satu tayangan yang sedang booming akhir-akhir ini, reality show Happy Family Me versus Mom karena tayangan tersebut banyak menyajikan kekerasan atau penyiksaan terhadap binatang, memaksakan rasa takut seseorang terhadap sesuatu hal yang paling dibenci atau ditakuti, hal itu akan menimbulkan dampak tersendiri, serta yang menimbulkan pertanyaan besar apakah seorang anak hanya dekat dengan ibunya saja, tidak dekat dengan ayahnya?.
Memang sudah menjadi upaya televisi menaikan peringkatnya (rating) dalam merebut jumlah penonton akan tetapi hal tersebut dapat membuat stasiun televisi cenderung mengabaikan kode etik hal tersebut dapat membuat televisi kehilangan tanggung jawab moralnya kepada masyarakat .

April 28, 2009 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: