Asiaaudiovisualra09gunawanwibisono’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Mengenal Lebih Jauh Tentang Komunikasi Massa

2.1. Komunikasi Massa
Banyak definisi tentang komunikasi massa yang telah dikemukakan oleh para ahli komunikasi. Banyak ragam dan titik tekan yang dikemukakannya. Namun dari sekian banyak definisi satu sama lain pada dasarnya komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (media cetak dan elektronik). Sebab, awal perkembangan komunikasai massa berasal dari pengembangan kata media of mass communication (media komunikasi massa) .
Komunikasi mempunyai definisi adalah penyampaian pesan searah dari seseorang (atau suatu lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang) lainnya, baik secara langsung (tatap-muka) ataupun melalui media .
Menurut Drs.J.B.A.F. Myor Polak massa dalam komunikasi massa dapat diartikan, merupakan orang yang tidak berkumpul di suatu tenpat tertentu, tetapi mengikuti kejadian dan peristiwa penting dengan perantaraan peralatan komunikasi modern. Massa merupakan orang yang banyak tersebar, antonim dan heterogen, sepanjang mengenai persoalan, mereka terpisah satu dengan yang lain .

2.1.1. Pengertian Komunikasi Massa
Dalam ilmu komunikasi dikenal beberapa bentuk komunikasi antara lain, komunikasi intra pribadi (komunikasi dalam diri seseorang), komunikasi antar pribadi (komunikasi antar dua orang pribadi), komunukasi dalam kelompok (komunikasi satu orang dengan beberapa orang), komunikasi antar kelaompok (komunikasi antar satu kelompok dengan kelompok lain), komunikasi organisasi (komunikasi antar satu bagian dengan bagian lain dalam sebuah organisasi), dan komunikasi massa (komunikasi dengan banyak orang dengtan menggunakan alat media massa)
Komunikasi massa adalah sebagian dari bentuk-bentuk komunikasi yang dikenal dengan ilmu komunikasi, salah satu ciri yang membedakan komunikasi massa dengan komunikasi lainnya yaitu penggunaan media sebagai alat penyampai pesannya dan juga sebagai alat berkomunikasi .
Menurut Jalaludin Rakhmat diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melalui media cetak, surat kabar, majalah, elektronik, radio dan televisi. Sehingga pesan dapat diterima secara serentak dan sesaat .
Batasan yang diberikan oleh para ahli komunikasi massa adalah salah satu bentuk komunikasi yang menggunakan media massa sebagai alat berkomunikasi dalam komunikasi massa , sehingga media yang dilihat sebagai alat untuk menyebarkan pesan kepada sejumlah orang yang tersebar di tempat dan pesan-pesan yang bersifat umum disampaikan secara serentak.

2.1.2. Karakteristik Komunikasi Massa
Karakteristik terpenting komunikasi massa adalah sifat satu arah, Sebagian televisi atau radio cenderung masih ada yang mengadakan dialog interaktif yang melibatkan khalayak secara langsung, namun itu hanya keperluan terbatas . Dalam komunikasi massa, umpan balik relatif tidak ada atau bersifat tunda. Komunikator cenderung sulit mengetahui umpan balik komunikan dengan segera, untuk mengetahui maka biasanya dilakukan survei atau penelitian .
Karakteristik komunikasi massa, Sasa Djuarsa Meyebutkan dalam enam hal. Aspek tersebut adalah
1. Adanya suatu organisasi yang kompleks dan formal dalam tugas pengirim pesan.
2. Adanya khalayak luas dan heterogen.
3. Isi pesan tidak harus bersifat umum dan tidak bersifat pribadi (rahasia)
4. Komunikasi dilakukan dengan massa atau khalayak yang sangat heterogen dalam tingkat pendidikan, keadaan sosial dan ekonomi maupun kebudayaan.
5. Setiap pesan mengalami kontrol sosial dalam arti murni, yaitu nilai banyak orang dengan latar belakang, taraf pendidikan dan daya cerna masyarakat.
6. Sifat hubungan antara komunikator dan komunikan ialah anonim .

2.1.3. Fungsi Komunikasi Massa
Fungsi hiburan dari media terus berkembang, dan karena tuntutan pasar, media berusaha menyajikan hiburan yang bisa memenuhi selera umum.
Sementara itu, menurut Alexis s. Tan fungsi komunikasi bisa beroperasi dalam empat hal. Untuk memperjelas fungsi-fungsi yang disebutkannya , Alexis S. Tan menyederhanakan dalam tabel sebagai berikut :

TABEL 1
Fungsi Komunikasi Massa Alexis S. Tan
No Tujuan Komunikator
( Penjaga Sistem ) Tujuan Komunikan
(Menyesuaikan diri pada pada sistem pemuasan kebutuhan)
1

2

3

4 Memberi Informasi

Mendidik

Mempersuasi

Menyenangkan, memuaskan kebutuhan komunikan Mempelajari ancaman dan peluang, memahami lingkungan, menguji kenyataan, meraih keputusan.
Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang berguna memfungsikan dirinya secara efektif dalam masyarakatnya, mempelajari nilai, tingkah laku yang cocok agar diterima dalam masyarakat.
Memberi keputusan, mengadopsi nilai, tingkah laku, dan aturan yang cocok agar dierima dalam masyarakatnya.
Menggembirakan. Mengendorkan urat saraf, menghibur, dan mengalihkan perhatian dari masalah yang dihadapi .

2.1.4 Efek Komunikasi Massa
Efek komunikasi massa dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Secara sederhana Keith R. Stamm dan jhon E. Bowes (1990) membagi dua bagian dasar yakni. Pertama, efek primer meliputi terapan, perhatian dan pemahaman. Kedua, efek skunder meliputi perubahan tingkat kognitif (perubahan pengetahuan dan sikap), dan perubahan perilaku (menerima dan memelih) .
1. Efek Primer
Dengan perkembangan yang semakin pesat dari media elektronik dewasa ini, pemahaman tidak hanya difokuskan pada media cetak, tetapi juga ke media elektronik tersebut. Artinya, pemahaman tidak lagi disajikan, tetapi berkait dengan suatu program acara (teknik pengambilan gambar, suara, tulisan yang dipakai dan lain-lain). Jadi formula “kemampuan melihat” bergeser ke formula “kemampuan degar dan lihat”. Jadi, terapan media massa yang mengenai audience menjadi salah satu bentuk primer. Akan lebih bagus jika audience tersebut memperhatikan pesan-pesan media massa.
2. Efek Sekunder
Menurut Jhon R. Bittner (1996), fokis utama efek ini adalah tidak hanya bagaimana audience, tetapi juga bagaimana audience mereaksi pesan-pesan media yang sampai pada dirinya. Faktor interaksi yang terjadi antara individu akan ikut mempengaruhi pesan yang diterima. Ini jelas bertolah belakang dengan asumsi efek peluru atau jarum hipodermik. Semua itu bisa dibingkai dengan pertanyaan tidak saja, “Apa yang dikerjakan media pada audience?”, tetapi yang lebih penting adalah “Apa yang dikerjakan audience pada media?” .

June 12, 2009 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: