Asiaaudiovisualra09gunawanwibisono’s Blog

Just another WordPress.com weblog

jenis-jenis liputan berita tv

1.Pengertian wawancara

Sebuah peliputan suatu topic, yang di gunakan untuk memperoleh dari jawaban dari suatu berita.

2. Perencanaan Liputan & Wawancara
Perencanaan liputan & wawancara adalah berbagai hal yang menyangkut persiapan untuk melakukan liputan dan wawancara. Ini menyangkut faktor teknis dan non-teknis. Faktor teknis meliputi berbagai hal yang berkenaan dengan ketersediaan dan kesiapan peralatan (mulai dari kamera, lampu, peralatan lain yang dibutuhkan, dsb.). Sedangkan faktor non-teknis meliputi kesiapan penguasaan persoalan pokok yang akan menjadi topik utama wawancara.
Secara rasional, perencanaan (dan diikuti persiapan) tentu saja harus dilakukan saat seorang reporter hendak meliput suatu peristiwa. Misalnya, ketika mendapat tugas meliput banjir, tentu pertama-tama harus diketahui serta dipahami mengenai peristiwa banjir yang terjadi, di mana banjir melanda, kapan (jam dan hari) mulai banjir dan sampai berapa lama, siapa saja korbannya dan bagaimana keadaan korban, taksiran kerugian, bagaimana “cerita” banjir itu terjadi, dan seterusnya sesuai kaidah 5W + 1 H. Harus sudah dipikirkan pula “pendalaman”-nya. Karena, saat ini, pemirsa tidak hanya “ingin tahu apa yang terjadi” tetapi ingin “apa maknanya suatu peristiwa bagi diri kita”. Dari persiapan awal ini pula sudah dapat diancer-ancer siapa saja yang akan dimintai informasi atau dijadikan sumber berita. Misalnya ketua RT/RW untuk mengetahui secara persis jumlah warga yang jadi korban banjir dan bagaiman keadaan mereka; lurah/camat untuk mengetahui bagaimana penanganan yang dilakukan terhadap korban banjir; korban banjir itu sendiri; persiapan ‘menangkap’ narasumber lain—baik dengan wawancara maupun mata kamera—yang mungkin akan dramatis hingga menjadikan berita ‘kuat’; dan mungkin para pengamat (terutama bila banjir berulang tapi tak juga dapat diatasi). Seiring dengan itu, persiapan peralatan dan kelengkapan terjun ke lapangan pun dilakukan, mulai dari kamera, pakaian yang sesuai, dan sebagainya.
Untuk persiapan wawancara pun hampir sama. Materi pokok yang hendak ditanyakan kepada narasumber yang hendak diwawancara harus dipersiapkan. Pertanyaan inti yang akan diajukan disusun. Latar belakang informasi mengenai karakter dan spesialisasi kecakapan narasumber pun penting diketahui sejak awal agar dapat menggali informasi lebih banyak dan wawancara dapat difokuskan dengan jitu.

3. Liputan Terjadwal
Liputan terjadwal adalah liputan yang memang sudah direncanakan atau diagendakan. Artinya, ia bukan peristiwa mendadak yang terjadi, seperti misalnya tiba-tiba terjadi kebakaran, tabrakan kereta api, dan sebagainya.
Ada beberapa karakteristik liputan terjadwal, antara lain;
a. Liputan yang direncanakan sendiri – ini merupakan liputan yang dipersiapkan, biasanya agar memiliki stok berita untuk ditayangkan, atau memang karena ada segmen berita tertentu yang bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. Misalnya liputan mengenai resto yang asyik bisa digarap secara terjadwal—dan biasanya dibuat menjadi feature hingga “usia tayang’ lebih lama. Atau liputan khusus lain, misalnya mengenai perkembangan perdagangan suku cadang kendaraan bermotor, kehidupan pesantren, kehidupan anak kost, dan seterusnya.
b. Liputan mengikuti kegiatan yang rutin terjadi – ini misalnya liputan terjadwal untuk menyambut peringatan hari-hari besar nasional dan keagamaan. Misalnya liputan terjadwal untuk menyambut hari pendidikan nasional, hari kebangkitan nasional, Hut kemerdekaan RI, dan seterusnya. Bisa juga liputan terjadwal dilakukan berdasarkan peristiwa yang rutin terjadi. Misalnya setiap April akan dimulai masa sekolah di mana orangtua akan sibuk mencarikan sekolah untuk anak. Maka dipersiapkanlah liputan mengenai—misalnya—informasi sekolah, perkiraan biaya masuk sekolah, dan sebagainya. Liputan menjelang Lebaran pun seperti ini. Liputan seperti ini bisa dikembangkan ke berbagai arah.
c. Liputan berdasarkan undangan – ini berkaitan dengan undangan dari pihak lain yang minta dilakukan liputan atas kegiatan yang dilakukannya. Misalnya sebuah perusahaan mengundang untuk diliput karena hendak meluncuran produk baru, pelantian pejabat, dan sebagainya.

4. Liputan tak Terjadwal
Liputan tak terjadwal adalah liputan yang dilakukan karena suatu peristiwa terjadi secara tiba-tiba. Misalnya kebakaran, tabrakan, pencopotan pejabat tiba-tiba, demo (tapi, karena demo harus lapor polisi dahulu minimal sehari sebelumnya, maka sebenarnya ia masuk klasifikasi liputan terjadwal!), dan seterusnya.
Untuk liputan seperti ini memang biasanya tak ada kesempatan melakukan persiapan yang selayaknya. Kuncinya adalah vitalitas. Dengan vitalitas yang prima maka dalam kondisi apa pun liputan mendadak bisa dilakukan.
Karena itulah, seorang reporter mau tak mau harus rajin menggali informasi mengenai berbagai hal. Paling tidak sekadar tahu, mulai dari tempat hingga persoalan atau keadaan. Pengetahuan dasar ini akan sangat membantu kecepatan, ketepatan dan kedalaman dalam menyajikan berita.

July 5, 2009 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: